Puisi Luahan Hati Ariel Ketika Di Tahanan

Diterbitkan: Ahad, 12 Disember 2010 12:00 AM

(Ubah saiz teks)

JAKARTA: Biarpun berada di tahanan, bekas vokalis Peterpan, Ariel masih mampu berkarya.

Kekasih kepada Luna Maya ini mencurahkan rahsia hatinya ketika bersendirian berada di penjara.

Kandungan puisi tersebut adalah berkaitan kenapa dia lebih banyak berdiam diri sepanjang berada di dalam tahanan.

Puisi tersebut telah dibacakan oleh Alvin Adam dalam majlis The 50 Greatest Indonesian Singers yang dianjurkan oleh sebuah majalah popular Indonesia Rolling Stone. Ariel turut tersenarai sebagai artis terbaik Indonesia.

Jika saya bercerita sekarang, Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya, Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya, Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi, Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu, Atau hanya akan mengikuti keburukannya Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang, Maka itu akan membuat, Saya terlihat sedikit lebih baik, Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya, Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang, Maka akan hanya ada caci maki, Dari lidah ini, Dan teriakan kasar tentang kemuakan, Serta cemoohan hina pada keadilan, Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak, Berkata pada diri sendiri, Lalu diam kepada yang lainnya, Lalu biarkan seleksi Tuhan, Bekerja pada hati setiap orang.

iklan

Video

Jumaat, 22 September 2017 9:00 AM

#akuStar: Andi Bernadee - Tiada Lagi Maaf

Khamis, 21 September 2017 2:00 PM

Monoloque Tak Habis-Habis Nak Sindir Orang!

Khamis, 21 September 2017 9:00 AM

Popular? Tolak Tepilah! - Bob (AF2)

Rabu, 20 September 2017 4:00 PM

Irfan Haris Nafi Tumpang Populariti Kakak

Selasa, 19 September 2017 2:00 PM

Keluh-Kesah Jalil Hamid

Selasa, 19 September 2017 9:00 AM

Kau Buat #OOTD Pun Riaklah! - Wak Doyok

Isnin, 18 September 2017 2:30 PM

Belum Masa Gantung Skrip – Naim Daniel

Kolumnis

iklan

Iklan